AL-JIHAD SUNGAI BAMBU

Selamat datang wahai manusia yang lemah, karena Alloh lah yang kuat

Kamis, 01 Juli 2010

MINHAJUL HAYAH FULL (tuntunan hidup)

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

Minhajul Hayah

Segala puji milik Alloh swt, Rob alam semesta yang telah menciptakan segalanya untuk manusia, tak lupa pula sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia sampai hari kiamat.

Alloh telah menciptakan kehidupan ini dan Alloh jualah yang mengatur segalanya, maka manusia akan goncang dan tidak seimbang jika dia tidak mengikuti aturan Alloh yaitu islam, karena Alloh sajalah yang mengetahui segala permasalahan yang akan di hadapi oleh manusia, oleh karena itu Alloh menurunkan kitab-kitabnya untuk di jadikan sebagai rujukan dari segala permasalahan yang ada, supaya manusia itu seimbang, tenang dan bahagia.

Dan Alloh juga telah memberikan petunjuk sebagai pedoman dalam kehidupan manusia ini. Pedoman tersebut telah di perinci oleh Alloh sendiri, maka “Minhajul Hayah (Tuntunan Hidup)” adalah hasil dari pendalaman Alqur’an yang paling mendasar. Maka perincin dari Minhajul hayah adalah sebagai berikut :

I. Minhajul Hayah yang pertama adalah Tujuan Hidup

Minhajul hayah yang pertama adalah tujuan hidup. Supaya manusia itu terarah, maka ia harus mempunyai tujuan hidup, Tujuan Hidup manusia adalah Keridhoan Alloh, sebagaimana Aloh katakan didalam Alqur’an surat Al-baqoroh (2) ayat 207, yaitu :

šÆÏBur Ĩ$¨Y9$# `tB ̍ô±o çm|¡øÿtR uä!$tóÏGö/$# ÉV$|ÊósD «!$# 3 ª!$#ur 8$râäu ÏŠ$t6Ïèø9$$Î/ ÇËÉÐÈ

207. dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Pada ayat tersebut, Alloh katakan bahwa ada segolongan manusia yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhoan Alloh, dan ternyata golongan itu adalah golongan yang sedikit, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Yusuf (12) ayat 103, yaitu :

!$tBur çŽsYò2r& Ĩ$¨Y9$# öqs9ur |Mô¹tym tûüÏYÏB÷sßJÎ/ ÇÊÉÌÈ

103. dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya-.

Kenapa tujuan hidup kita adalah keridhoan Alloh?, karena segala sesuatu itu tergantung hanya kepada Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Ikhlash (112) ayat 1 & 2, yaitu :

ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Esa.

2. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu

Dan kalau kita ingin mendapatkan keridhoan Alloh, maka kita harus tahu siapakah orang yang di ridhoi Alloh tersebut?, ternyata yang di ridhoi oleh Alloh adalah oarng yang menjadikan islam sebagai din atau aturan hidup. Sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 3, yaitu :

tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ ÇÌÈ

3 Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu dinmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi din bagimu.

Sebaliknya, jika ada orang yang dinnya atau aturan hidunya bukan islam, maka ia ia tidak di ridhoi atau tidak di terima oleh Alloh dan termasuk orang rugi yang akan masuk neraka, sebagaiman Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 85 yaitu :

`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$#

85. Barangsiapa mencari din selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima dari padanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

Bukan hanya itu, orang yang din atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia bukan orang islam, walaupun pengakuannya atau KTP-nya islam, sekalipun diakui oleh dunia internasional bahwa ia adalah orang islam, maka ia tetap bukan orang islam karena itulah ketetapan Alloh.

Kesimpulannya, bahwa orang itu akan sampai kepada tujuannya yaitu keridhoan Alloh, jika din atau aturan hidupnya adalah islam. Tetapi jika dinnya atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia tidak akan pernah sampai kepada tujuannya atau tidak akan pernah mendapatkan keridhoan Alloh dan justru akan mendapat murka Alloh swt.

II. Minhajul Hayah yang kedua adalah Pedoman Hidup

Manusia juga harus mempunyai pedoman hidup untuk mendapatkan ridho yang maha kuasa yaitu Alloh, karena kalau tidak maka tujuan hidupnya tidak akan tercapai. Dan pedoman hidup manusia adalah Alqur’an, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-jastiyah (45) ayat 20, yaitu :

Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

Kenapa pedoman hidup manusia adalah Alqur’an ?, karena Alqur’an itu menjelaskan segala sesuatu atau segala permasalahan yang ada di muka bumi ini. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat An-Nahl (16) ayat 89, yaitu :

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Alqur’an juga sebagai barometer atau penguji atau dengan kata lain tolak ukur dari kitab-kitab yang lain seperti kitab zabur, taurot, injil, termasuk kitab-kitab hadist yang di susun oleh para ulama. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 48, yaitu :

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Diantara nama lain dari Alqur’an adalah Al-furqon. Al-furqon berarti sesuatu untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Maka Al-qur’an adalah kitab untuk menetukan mana yang benar dan mana yang salah, sebagaimana Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Furqon (25) ayat 1, yaitu :

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,

Dan jika ada seseorang yang mengikuti selain Alqur’an atau pedoman hidupnya bukan Alqur’an, maka orang itu pasti tersesat dari jalan Alloh swt, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-an’am (6) ayat 153, yaitu :

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

Itulah Alqur’an yang harus dijadikan sebagai pedoman hidup supaya tidak tersesat. Alloh juga berkata di dalam Alqur’an surat Al-A’rof (7) ayat 3, yaitu :

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

Pada ayat tersebut Alloh melarang bagi seluruh manusia khususnya bagi orang yang beriman untuk mengikuti selain Alqur’an, karena hanya kitabulloh yaitu Alqur’an sajalah yang Pasti benarnya, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 2, yaitu :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Dan Alqur’an juga di jaga oleh Alloh dari segala campur tangan manusia, termasuk Nabi Muhammad saw, artinya Alqur’an itu benar-benar murni dari Alloh saja. Sebagaimana Alloh katakan didalam Alqur’an surat Al-Hijr (15) ayat 9, yaitu :

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Kesimpulannya, bahwa siapa saja yang pedoman hidupnya adalah Alqur’an pasti dia tidak akan tersesat, sebaliknya jika ada orang yang pedomannya bukan Alqur’an pasti dia tersesat dan akan masuk neraka.

III. Minhajul Hayah yang ketiga adalah Prinsip Hidup

Perlu di ketahui bahwa dalam kehidupan di dunia itu penuh dengan tipuan, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 185, yaitu :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Oleh karena dunia itu perhiasan yang menipu, maka di perlukan adanya prinsip untuk menepis semua itu agar tidak tertipu, dan hanya Islam sajalah yang bisa menepis semua tipuan itu, maka prinsip hidup manusia adalah Islam, maksudnya adalah sesuatu yang datang dari Islam harus di terima dan sesuatu yang datang bukan dari Islam Harom untuk di terima. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Ali- Imron (3) ayat 85, yaitu :

siapa saja mencari din (aturan) selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (din itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Pada ayat tersebut Alloh terangkan bahwa orang yang Din atau prinsip hidupnya bukan Islam, maka ia tidak akan di terima oleh Alloh dan pasti masuk neraka.

Dan ia juga di sebut dengan kafir, dzolim atau fasik, sebagaimana All0h katakan di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 44, 45 dan 47, yaitu :

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa saja yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa saja tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

<<

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Siapa saja tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Apabila ada orang yang berdin Islamnya setengah-setengah atau berprinsip kepada Islamnya setengah-setengah atau bahkan ada satu hal saja dia tidak mau kembali kepada Islam, maka ia adalah Murtad, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Muhammad (47) ayat 25-26, yaitu :

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah: "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.

Dan balasan bagi orang yang berprinsip kepada Islamnya setengah-setengah atau tidak sempurna adalah kehinaan di dunia dan neraka di akhirat, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 85, yaitu :

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Dan Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

kesimpulannya, prinsip hidup adalah islam, kalau prinsip hidupnya bukan islam, maka dia tidak akan di terima oleh Alloh dan akan menjadi orang yang rugi.

IV. Minhajul Hayah yang ke empat adalah Contoh Hidup

Di dalam melaksanakan apa yang telah di perintahkan oleh Alloh itu memerlukan contoh, maka Alloh telah menunjuk kepada para Nabi, khususnya Nabi Muhammad saw sebagai contoh hidup, sebagaimana Alloh katakana di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 31, yaitu :

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dikatakan pada ayat tersebut, bahwa siapa saja yang mencintai Alloh, maka ia wajib untuk mengikuti Rosululloh, juga pada ayat lain (Qs.33:21), yaitu :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Dan bagi siapa saja yang ingin bertemu dengan Alloh serta rindu terhadap kebahagiaan akhirat, maka ia harus mengikuti Rosululloh.

Timbul satu pertanyaan yang menggema di hati manusia, kenapa Rosululloh Muhammad yang di jadikan sebagai contoh hidup ???, pertanyaan ini di jawab oleh Alloh sendiri yaitu karena Rosululloh mempunyai akhlak yang mulia, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Qolam (68) ayat 4, yaitu :

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak yang agung.

Kesimpulannya, contoh hidup kita adalah Rosululloh, dan siapa saja yang tidak mencontoh perilaku Nabi, maka ia tidak cinta Alloh dan tidak berharap bertemu dengan Alloh, juga tidak mengharapkan kebahagiaan akhirat.

V. Minhajul hayah yang ke lima yaitu Teman Hidup

Alloh menciptakan manusia itu bersifat social atau memerlukan teman, maka teman yang cocok bagi orang yang mengharapkan keselamatan akhirat adalah orang yang beriman, sebagaimana Alloh katakan didalam Alqur’an surat Al-Hujurot (49) ayat 10, yaitu :

hanya Orang-orang yang beriman sajalah yang bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Mengapa hanya orang beriman sajalah yang bisa dijadikan teman ?, karena hanya orang berimanlah yang mempunyai sifat tolong-menolong terhadap temannya, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 71, yaitu :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Keuntungan mempunyai teman yang mempunyai sifat tolong-menolong adalah tidak akan rugi di akhirat atau akan selamat dari adzab Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-‘ashr (103) ayat 1-3, yaitu :

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Sedangkan selain orang yang beriman atau orang yang tidak mempunyai sifat tolong-menolong akan membawa kita kepada kerugian, karena ia tidak berpegang teguh kepada dinul islam, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-imron (3) ayat 85, yaitu :

Siapa saja mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Dan kita di perintahkan oleh Alloh untuk selalu bersama dengan orang-orang yang shodiq (benar imannya), sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 119, yaitu :

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan haruslah kamu bersama orang-orang yang benar (imannya)

Kesimpulannya, bahwa siapa saja yang ingin menjadi orang yang beruntung atau mendapatkan surga, maka ia harus menjadikan orang yang beriman sebagai teman hidupnya, karena hanya dialah yang selalu nasehat-menasehati, sebaliknya jika temannya bukan orang yang beriman, maka ia akan mengajak kita kepada neraka.

VI. Minhajul hayah yang ke enam adalah Musuh hidup

Musuh hidup kita adalah syaithon, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Fathir (35) ayat 6, yaitu :

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

Syaithon itu adalah jin atau manusia yang selalu mengajak kepada kesesatan, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-an’am (6) ayat 112, yaitu :

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Robmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Janganlah kita tertipu dengan propagandanya orang-orang kafir yang hendak memadamkan cahaya Alloh, diantara propagandanya adalah dengan mendefinisikan syaithon yang berbau mistik, seperti : pocong, kuntilanak, gondoruwo, vampir, mumi, zombi, dan lain sebagainya, definisi ini sengaja mereka sebarkan di kalangan orang islam, supaya orang islam itu menjadi keliru atau tidak sesuai dengan Alqur’an, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 32, yaitu :

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Padahal syithon adalah jin atau manusia yang selalu membisikkan atau mengajak kepada kesesatan, maka jika ada orang yang mengajak atau membisikkan kepada kesesatan berarti ia adalah syaithon yang harus di musuhi, Alloh berkata di dalam Alqur’an surat An-nas (114) ayat 4-6, yaitu :

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

dari (golongan) jin dan manusia.

kesimpulannya, musuh hidup kita adalah syithon, dan syaithon berarti jin atau manusia yang mengajak atau membisikkan kepada kesesatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar